Tentang Konven Pendeta Sinode GKMI 2018

 

Di edisi lalu (Oktober 2018, red.) laporan Konven Pendeta Sinode GKMI telah dibahas dalam LAPORAN KHUSUS. Pada edisi kali ini “berita GKMI” menghadirkan LAPORAN KHUSUS berupa kesan dan pesan mereka yang terlibat dalam Konven Pendeta tersebut, mulai dari narasumber, moderator, perwakilan BPH Sinode GKMI, peserta, juga Pandu Sidang.

Seperti sudah bGKMI sampaikan di edisi lalu, Konven  yang diadakan tanggal 10 September 2018 di Pondok Remaja PGI, Puncak – Bogor ini anak muda banget, karena tema yang dipilih adalah Menyoal Perspektif dan Praksis Gereja Intergenersional di Lingkup GKMI. Tujuan dari Konven kali ini, sebagaimana dijelaskan oleh Pdt. Daniel K. Listijabudi, Ketua Bidang Teologi Sinode GKMI, adalah mendapatkan gambaran yang induktif dari beberapa gereja GKMI yang memiliki jumlah kaum muda relatif signifikan dan atau yang mengolah eklesiologi kaum muda; mendapatkan masukan riil dari Kaum Muda GGKMI tentang peran, harapan, hambatan dan peluang bergereja dan menyaksikan komunitas bertata nilai Anabaptis Mennonite di Indonesia; dan membangun kembali prefensi layanan pada kaum muda sebagai bagian penting dalam eklesiologi GKMI masa kini dan masa depan. Simak apa kata mereka tentang Konven ini:

1.   Daniel Talenta, Narasumber (GKMI Anugerah)

“Saya senang, karena kita semua (GGKMI, red.) punya pergumulan yang sama, memiliki keresahan yang sama, dan juga mengerjakan hal yang sama, meski masih ada juga yang keliru memahami kerjasama intergenerasi dan belum mementingkan pemuda. Karena itu Konven ini saya apresiasi luar biasa.”

2.   Pdt. Iwan Firman Widianto, Moderator (GKMI Srumbung Gunung)

“Menarik! Saya melihat respon yang positif dari GGKMI dalam memberikan perhatian kepada perhatian kepada pelayanan intergenerasi, terutama kaum muda. Ada semangat untuk memperhatikan kaum muda. Semoga ada follow up yang baik dari Konven ini, terutama tentang youth pastor dan pembinaan kaum muda. Sharing dari GGKMI yang sudah melakukan pelayanan pemuda sangat menginspirasi, seharusnya kita semua juga bisa melakukan hal yang sama!”

3.   Pdt. Andi O. Santoso, Sekretaris Umum BPH Sinode GKMI

“Saya rasa Konven ini cukup memberikan tantangan terhadap pelayanan intergenerasi di GGKMI. Mari kita tangkap sebagai momentum bersama untuk menyongsong bonus demografi. Narasumber-narasumber yang ada sangat bagus. Hal ini juga menandakan bahwa GKMI growing younger, bukan growing older.”

4.   Pdt. Insriatmi, Peserta  

“Memang hal ini (pelayanan intergenerasi, red.) perlu diangkat di Sinode kita, karena gereja-gereja yang lain sudah lebih dahulu menangkap hal ini dan sudah melakukan terobosan. Pelayanan anak muda adalah tantangan interdenominasi. GGKMI terlalu pelan dalam hal ini. Zaman kami GGKMI berkembang luar biasa karena kita memberi perhatian kepada komunitas anak mudanya. Dulu kami mendampingi satu demi satu, menampung di rumah kami, berkomunikasi dengan orangtua, bahkan hingga menolong mereka melewati ujian. Kalau mau anak muda kita berkembang, kita harus memberi diri kita untuk pelayanan ini.”

5.   Cindy Eklesia, Pandu Sidang (GKMI Siloam)

“Konven kali ini mengangkat tema yang ‘tersembunyi’. Hal ini baik karena kalau tidak sekarang, maka akan menjadi boomerang bagi perkembangan GGKMI ke depannya.”

        Pada akhirnya, kita berharap semoga hasil Konven ini dapat diterjemahkan ke dalam konteks masing-masing dan di-follow up dengan baik di masing-masing GGKMI. Semoga pelayanan intergenerasi di GGKMI dapat berkembang maksimal menanggapi tantangan zaman ke depannya. Maju terus, GKMI! (Mark Ryan)

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

©2019 GKMI NETWORK

or

Log in with your credentials

Forgot your details?