Anak itu berbadan gemuk. Kalau jam makan tiba dan masing-masing anak mengeluarkan makanannya, makanan yang dibawa anak itu paa…ling banyak. Ya! Nama anak itu Victor. Ia suka sekali makan. Tapi, yang paling disukainya adalah makanan ringan atau snack yang asin dan gurih. Sesudah ia makan nasi bekalnya, ia pasti makan satu atau dua bungkus snack seperti itu. Sepulang sekolah ia juga makan snack lagi. Pokoknya mudah menemukan Victor di antara anak-anak TK Besar. Victor adalah anak gemuk yang suka makan snack.

—-

            “Victor, minta dong snack-nya . . . ,” kata Kenny temannya.

            “Minta? Aku masih lapar nich! Untuk aku saja kurang, apalagi kalau aku bagi kamu . . .!” tolak Victor sambil menjauhkan bungkus snack-nya dari Alvin.

            “Uu…h! Victor pelit!” kata Kenny

            “Biarin…!” jawab Victor sambil menjulurkan lidah.

            “Uu… uhu… uhuu…,” Kenny pun mulai menangis karena sedih dan kesal oleh sikap Victor.

            “E…eh, ada apa ini?” kata Bu Guru sambil menghampiri Kenny yang menangis.

            “Ini lho, Bu. Victor pelit, masa Kenny minta snack-nya sedikit aja nggak boleh! U…huu…,” kata Kenny sambil mengusap air matanya.

            “Victor, kamu tidak boleh begitu,” kata Ibu guru menasehati, ”kamu harus belajar berbagi dengan temanmu. Lagipula Ibu lihat kamu sudah makan snack cukup banyak”.

            “Nggak mau, Bu! Pokoknya Victor  nggak mau!” kata Victor bersikukuh. Ia pun lari ke dalam kelas. Ibu guru Cuma bisa geleng-geleng kepala.

—-

            Karena kuatir akan Victor yang terlalu banyak makan snack, akhirnya Ibu guru memutuskan untuk menemui Papa dan Mama Victor sepulang sekolah. Ibu guru berkata bahwa kalau bisa Papa dan Mama Victor bisa membantu untuk mengurangi snack untuk Victor karena snack itu tidak sehat jika dimakan terlalu banyak. Papa dan Mama Victor pun bersedia untuk membantu.

—-

            Suatu siang, sesampainya di rumah Victor langsung membuka kantung plastik berisi snack yang ada di atas meja.

            “Victor, Papa dan Mama mau bicara sama kamu…,” kata Papa memanggil.

            “Ada apa, Pa?” tanya Victor sambil memeluk banyak snack di dadanya.

            “Coba masukkan snack itu kembali ke dalam kantung plastik,” kata Papa lagi. Victor agak bingung, tapi ia melakukannya juga.

            “Nah…, sekarang Papa akan simpan snack ini di lemari dapur. Mulai sekarang kamu jangan makan snack semacam ini lagi. Papa dan mama akan membelikan kamu jajanan-jananan yang sehat saja. Masih banyak kok jajanan lain yang sehat seperti kue bolu kukus, bika ambon, jentik manis, lemper, nagasari, siomay, juga buah-buahan dan masih banyak lagi,” kata Papa sambil memasukkan kantung plastik berisi snack itu ke dalam pintu lemari yang paling tinggi dan menguncinya.

            “Lhoo…, kok Papa gitu sih? Makanan seperti itu ‘kan tidak enak?!” kata Victor kesal.

            “Victor, tadi ibu guru berkata pada Papa dan Mama supaya kamu jangan makan snack semacam itu lagi. Snack semacam itu tidak baik untuk kesehatanmu,” kata Mama menasehati Victor.

            “Tapi…, tapi Victor ‘kan suka sekali snack, Ma. Mama dan Papa nggak boleh gitu dong!” kata Victor protes.

            “Victor, ini demi kebaikanmu juga…,” kata Mama.

            “Nggak mau! Pokoknya Papa Mama jaha….t!” teriak Victor sambil masuk ke kamarnya dan membanting pintu.

            Dari luar terdengar Victor menangis terisak-isak.

            “Tidak apa-apa, Ma,” kata Papa, “Semoga ia mengerti bahwa ini demi kebaikannya juga”.

—-

            Esok harinya, Victor mogok bicara. Ia tidak mau bicara sama sekali. Rupanya ia masih marah. Saat ia diantarkan ke sekolah, ia hanya diam. Papa dan Mama cuma bisa menghela nafas.

            Di kelas pun Victor diam saja. Saat makan bersama, Victor membuka tempat bekalnya. Di situ hanya ada satu bolu kukus dan satu lemper saja. Akhirnya Victor makan juga walau dengan hati kesal. Aduu…h! Rasanya menderitaa…. Biasanya Victor bisa makan snack yang asin dan gurih itu sepuasnya, sekarang ia harus makan bolu dan lemper. Ibu guru melihat Victor makan sambil tersenyum. Ibu  guru berharap Victor bisa berubah….

            Sore harinya….

            “Victor, Papa dan Mama pergi ke pernikahan teman Papa ya,” kata Papa sambil merapikan dasinya, “kamu baik-baik ya sama Bi Ijah di rumah.” Victor cuma mengangguk. Papa, Mama pun melambaikan tangan dari jendela mobil dan berangkat.

            Victor pun melangkah  masuk ke kamar, tapi ia segera mendapat akal!

            “Aha! Kesempatan! Mumpung Papa dan Mama pergi aku akan mengambil snack di lemari dapur dan makan sepuasnya! Sekarang tidak ada yang melarangku! Asyiii…k!” demikian pikir Victor sambil nyengir.

            Ia mengambil kunci lemari dari laci meja Papa, kemudian mengendap-endap melewati lorong menuju dapur. Bi Ijah ternyata sedang menyeterika pakaian di kamarnya sambil bersenandung. Ia harus melewati kamar Bi Ijah sambil berjingkat-jingkat. Berhasil! Bi Ijah tidak melihatnya. Didi pun sampai di dapur. Ia segera mengambil kursi meja makan dan naik di atasnya. Ia berusaha memasukkan kunci dan memutarnya. Berhasil! Kantung plastik berisi snack itu  langsung diambilnya. Ia pun turun dari kursi dan ia mengendap-endap, berjingkat-jingkat melewati kamar Bi Ijah.

Setelah ia berhasil melewati kamar Bi Ijah, ia segera masuk ke kamarnya dan menutup pintu.

“Asyiii…k! Akubisa makan sepuasnya!” sorak Victor kegirangan. Ia pun mulai membuka bungkus-bungkus snack itu dan makan dengan lahapnya. Satu… dua… tiga… sampai lima bungkus snack dimakannya sampai habis.

Victor merasa kenyang dan puas, tapi tenggorokannya terasa kering sekali. Ia pergi ke kulkas dan minum segelas air. Tapi rasa haus itu tidak hilang. Ia minum lagi dan lagi tapi sakit di tenggorokannya tidak kunjung hilang. Tenggorokannya terasa sangat tidak nyaman. Victor pun mulai terbatuk-batuk. Victor terbatuk-batuk sampai air matanya keluar. Bi Ijah mendengar Victor terbatuk-batuk segera memberi minum lagi dan mengelus-elus dada Victor. Tapi rasa tidak enak itu tidak kunjung hilang. Victor sampai menangis karena tenggorokannya sakit.

—-

“Aduh, Bi. Victor kenapa?” tanya Mama yang baru pulang cemas.

            “Nggak tahu, Nyonya. Tahu-tahu Victor batuk-batuk begini,” kata Bi Ijah.

            “Victor? Kamu kenapa?” tanya Papa juga

            Tiba-tiba Victor menangis sambil memeluk Papa.

            “Pa, maapin Victor, Pa…,” isak Victor, “Victor makan snack yang Papa simpan banyak sekali. Sekarang tenggorokan Victor sakit, Pa….“

            Papa dan Mama cuma mengeleng sambil tersenyum.

            “Sekarang Victor tahu ‘kan, kalau Papa dan Mama melarang Victor makan snack terlalu banyak itu karena Papa dan Mama sayang sama Victor. Ingat, tubuh kita adalah kudus. Karena Tuhan Yesus berdiam di dalam kita karena itu kita harus menjaganya (I Kor. 3: 16). Kita harus memperhatikan apa saja yang kita makan. Supaya kita tidak sakit…, “ kata Papa.

            “Iya…iya, Pa, Iya Ma…,” tangis Victor.  Papa dan Mama pun memeluk Victor.

            Esoknya Victor tidak masuk sekolah. Tenggorokannya masih sakit. Bibirnya pun kering dan pecah-pecah. Kata dokter, Victor kena radang tenggorokan karena  makan banyak snack. Sekarang Victor sudah sadar. Ia tidak mau makan snack yang tidak sehat lagi. Ia juga senang berbagi dengan temannya. Bu Guru, Papa dan Mama senang atas perubahan Victor.

—-

            Nah, anak-anak, kalian jangan makan terlalu banyak makan snack, yang tidak sehat ya. Nanti kalian bisa sakit seperti Victor. Ingat, snack yang tidak sehat itu mengandung zat-zat kimia yang membuat rasa dan zat-zat pengawet. Hati-hatilah terhadap kandungan makanan jenis ini. Makanan seperti ini hanyalah makanan yang enak dalam waktu yang singkat tapi sangat merugikan tubuhmu dimasa depan. Lebih sehat kalau kalian makan jajanan-jajanan yang tanpa pengawet, tanpa perasa buatan, dan terbuat dari  bahan-bahan alami seperti kue bolu, bika ambon, jentik manis, juga buah-buahan dan masih banyak lagi. Jajanan tradisional dan buah-buahan juga tidak kalah enaknya. Makan ya! Sayur dan buah-buahan itu selain lezat juga bermanfaat, lho!

            Selain itu, kalian juga harus berhati-hati untuk membeli makanan di sembarang tempat. Jika tempatnya kotor dan penjualnya tidak memperhatikan kesehatan, kalian bisa saja terkena sakit perut, diare, atau terkena typus. Lebih baik kalian makan di rumah atau membawa bekal dari rumah karena makanan yang disediakan di rumah jauh lebih sehat bila kamu jajan di luar.

*Gracia Lina

Pembimbing KSM GKMI Semarang

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

©2018 GKMI NETWORK

or

Log in with your credentials

Forgot your details?