Dunia anak merupakan dunia bermain. Dari bermain anak belajar banyak hal. Anak dapat melatih diri baik secara fisik maupun psikologis melalui bermain. Kedua hal tersebut merupakan bagian penting dalam pertumbuhan dan perkembangan. Anak memerlukan berbagai variasi permainan untuk menunjang kesehatan fisik, mental, sosial, dan perkembangan emosinya.

Bagi anak, bermain tidak hanya kegiatan yang menyenangkan tetapi juga merupakan kebutuhan. Keberadaan bermain bagi anak sama halnya dengan kebutuhan makanan, perawatan, dan kasih sayang. Dengan bermain anak menemukan kesenangan. Saat bermain, anak tidak hanya sekedar melompat, melempar, atau berlari, tetapi melakukan permainan dengan seluruh emosi, perasaan, dan pikiran. Kesenangan merupakan salah satu elemen pokok dalam bermain. Saat anak tidak menemukan kesenangan dalam suatu permainan atau merasa bosan, maka anak tidak akan menikmati permainan tersebut.

 

Manfaat Bermain bagi Anak-anak

Permainan menyimpan manfaat bagi anak-anak, antara lain:

1.      Anak melatih kemampuan motorik, baik motorik kasar maupun motorik halus. Motorik halus terstimulasi dengan mengambil mainan, meraba, menggenggam dengan jari-jari, dan sebagainya. Sedangkan untuk motorik kasar didapatkan anak saat menendang, melempar, berlari, dan lain sebagainya.

2.      Anak terlatih untuk berkonsentrasi. Latihan konsentrasi yang dapat dilakukan anak contohnya dengan menyusun puzzle atau balok-balok lego. Agar mainan dapat tersusun dengan baik maka saat bermain, anak dapat dilatih untuk duduk tenang, fokus, dan konsentrasi. Lego atau puzzle tidak akan tersusun dengan baik jika anak menyusunnya sambil berlari-lari.

3.      Anak mengenal konsep sebab akibat. Salah satu contoh mainan yang dapat membuat anak mengenal konsep sebab akibat adalah menyusun menara donat. Donat-donat atau lingkaran menyerupai donat yang terdiri dari berbagai ukuran. Jika anak salah memasukkan donat secara urut maka hasilnya menara donat tidak tersusun dengan baik. Contoh lain adalah bermain masak-masakan dengan peralatan masak yang terbuat dari tanah liat. Jika anak tidak berhati-hati saat bermain masak-masakan boleh jadi salah satu kendi jatuh dan pecah. Dari peristiwa tersebut anak akan belajar bahwa jika tidak berhati-hati membawa barang dengan bahan tanah liat, saat terjatuh maka barang itu bisa pecah. Hal yang perlu diperhatikan orangtua adalah saat anak melakukan kesalahan, orangtua harus menahan diri untuk tidak langsung memarahi atau menghakimi anak, tetapi mengklarifikasi hal yang terjadi.

4.      Anak berlatih berbahasa dan menambah wawasan. Saat anak bermain, terkadang anak bercerita atau jika anak didampingi maka akan terjadi percakapan atau cerita. Percakapan dan cerita tersebut dapat menambah kosa kata anak sehingga kemampuan berbahasa dan wawasannya bertambah.

5.      Anak berlatih mengenal bentuk dan warna. Dengan bermain, anak akan lebih banyak mengenal bentuk seperti kotak, persegi panjang, oval, segitiga, dan lain sebagainya. Anak juga akan belajar mengenal berbagai warna yang ada pada mainan. Proses mengenal bentuk dan warna ini dapat disertai pengajaran bahasa lain selain bahasa ibu, misalnya bahasa daerah atau bahasa asing.

 

Fasilitasi dan Pendampingan dalam Permainan

Anak yang mendapatkan fasilitasi dan pendampingan yang baik dari permainan yang dihadirkan akan terdukung perkembangannya, baik dari aspek motorik kasar, motorik halus, berbicara dan berbahasa, juga bersosialisasi dan belajar mandiri. Dengan bergerak saat bermain, otot-otot anak terstimulasi dan ada energi yang digunakan. Energi yang digunakan membuat anak lapar. Dari rasa lapar, harapannya anak akan meningkat asupan makanannya. Asupan makanan yang bergizi dan sesuai dengan kebutuhan anak dapat membantu pertumbuhan anak.

Dengan kata lain, anak yang terfasilitasi dengan permainan sesuai usia anak dan terdampingi saat bermain, maka pertumbuhan dan perkembangan anak dapat berjalan lebih optimal. Satu hal yang penting, orangtua atau pendamping anak tidak boleh menyalahartikan kata “mendampingi”. Keberadaan metode bermain bebas dan bermain terstruktur harus dihadirkan secara seimbang oleh orangtua atau pendamping anak. Dengan bermain bebas pun anak akan belajar mengeksplorasi mainan secara mandiri.

 

Kesalahan yang Kerap Terjadi

Namun seringkali ada beberapa kesalahan ketika orangtua atau pendamping memilih alat permainan. Kesalahan yang sering dibuat di antaranya adalah:

1.      Orangtua memberikan mainan dalam jumlah terlalu banyak atau terlalu beragam, padahal anak pada umumnya suka mengulang alat permainan yang sama. Terkadang karena banyaknya jenis alat permainan, tidak jarang ditemukan alat permainan yang sejenis, sehingga tidak semua mainan digunakan anak.

2.      Beberapa orangtua membeli mainan yang indah dan menarik, tetapi tidak terpikir fungsi atau pengaruh permainan itu terhadap anak.

3.      Banyak orangtua mengeluarkan banyak uang untuk menghadirkan mainan kepada anak, padahal membuat mainan sendiri dari barang bekas memberi pengalaman dan kesan yang menyenangkan bagi anak

4.      Alat permainan yang diberikan kepada anak terlalu bagus, lengkap, atau sempurna sehingga anak tidak dapat melakukan eksplorasi dan mengonstruksi mainan sendiri, padahal bongkar pasang dapat juga merangsang anak untuk berpikir lebih kritis

5.      Alat permainan yang diberikan tidak sesuai dengan usia anak (anak terlalu kecil atau terlalu besar), padahal setiap permainan dirancang oleh pembuatnya dengan tujuan tertentu sesuai usia anak. Orangtua yang memberikan mainan juga diminta untuk memperhatikan keamanan mainan jika digunakan anak bermain

 

Menjadi Orangtua Hebat

Untuk menjadi orangtua tidak ada sekolahnya, sehingga pasangan suami istri yang sudah mempunyai anak hendaknya terus belajar agar menjadi orangtua yang hebat. Orangtua yang hebat adalah orangtua yang juga memenuhi kebutuhan bermain anak. Pendampingan yang dilakukan oleh orangtua atau pendamping sangat penting bagi perkembangan kecerdasan anak. Pendampingan memang dapat dilakukan oleh keluarga, asisten rumah tangga, atau pendamping di daycare. Meski demikian, pendampingan dari orangtua sangat dibutuhkan oleh anak. Sesibuk apapun, orangtua wajib memberikan hak anak berupa pendampingan dalam bermain. Quality time orangtua dan anak sangat dibutuhkan agar hak anak didampingi dan dilindungi dapat terpenuhi.

Mari kita terus belajar menjadi orangtua hebat untuk anak-anak kita. (Rhe/MR)

 

*Reni M. Kusuma

Dosen Prodi Kebidanan Universitas Jenderal Achmad Yani, Yogyakarta

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

©2019 GKMI NETWORK

or

Log in with your credentials

Forgot your details?