Sharing tentang PMPL IV Sinode GKMI, Bogor, 11-13 September 2018

 

Shalom, Bapak, Ibu, dan rekan-rekan pembaca! Perkenankan aku membagikan pengalamanku hadir, turut serta, dan menyukseskan pelaksanaan Persidangan MPL ke IV Sinode GKMI ya. 🙂

Ini first time aku ikut dalam acara ini. Awalnya ragu apakah bisa ikut atau tidak, dikarenakan aku harus izin kerja terlebih dahulu. Tapi syukurlah, Tuhan tetap beri jalan sehingga aku akhirnya bisa ikut. Kerinduan untuk terlibat aktif dalam kegiatan Sinode sebagai seorang pemuda/remaja GKMI lah yang menjadi motivasi utama keikutsertaanku dalam sidang MPL kali ini. Aku akan membagikan pengalaman yang aku nikmati selama tiga hari pelaksanaan Persidangan MPL.

Sebagai seorang Pandu Sidang awalnya aku nggak tau Pandu Sidang itu apa dan tugasnya ngapain, tetapi aku menikmati Tuhan memakaiku untuk hal yang sederhana sekalipun. Aku bertugas memastikan setiap peserta sidang memegang mic sebelum mereka bicara, mendukung suasana sidang agar tetap kondusif dengan menolong membagikan materi sidang, serta mendukung segala keperluan sidang lainnya. Aku juga menikmati obrolan disela waktu istirahat dan waktu makan bersama teman-teman dari GKMI lain, teman-teman PASTHORI, serta Bapak dan Ibu Hamba Tuhan dan Majelis Jemaat yang bertemu denganku. Melalui keikutsertaanku, Tuhan membukakan wawasanku tentang berbagai kondisi di GGKMI yang sebelumnya tidak ku tahu. Yang dapat kulakukan adalah saling memberi pandangan dan masukan, serta berbagi beban yang nantinya dapat ku doakan di rumah sepulang dari acara ini.

Setiap kebenaran Firman Tuhan dan diskusi yang terjadi dalam setiap rangkaian ibadah dan Persidangan ini pun rasanya menegur dan juga menguatkanku. Aku kembali diingatkan akan “semangat dititipi”, bukan “semangat memiliki” yang digemakan oleh Pdt. Erick Sudharma dalam sidang sesi B. Hal itu membuatku kembali menyadari bahwa jemaat dan rekan segereja yang Tuhan izinkan untuk aku layani ialah titipan Tuhan. Aku pun terus ingat akan otoritas Allah dalam memberi pertumbuhan dan terus belajar bertanggungjawab akan jemaat yang Tuhan titipkan itu.

Mengikuti setiap rangkaian Persidangan menolongku juga kembali melihat pentingnya untuk kita belajar mendengar serta memikirkan kondisi orang lain; dalam konteks ini ialah GKMI lain. Aku belajar juga untuk mau terbuka dalam menyampaikan pendapat, serta menceritakan kondisi gereja lokal, demi terlaksananya setiap Visi Tuhan bagi kita. Aku bisa belajar sabar apabila pendapatku tidak diterima, juga belajar tidak bermegah ketika usulanku diterima.

Ketika mengingat tidak mudahnya mengerjakan pelayanan ini, rasanya Tuhan kembali memberi kekuatan bagiku. Dasar melayani yang adalah belas kasihan pun kembali Tuhan gemakan dalam hati dan pikiranku melalui pemberitaan Firman di Ibadah Penutup yang disampaikan oleh Pdt. Sumardi. Di tengah setiap keterbatasan dan ketidakmampuanku, aku kembali menyadari bahwa Tuhan mau pakai aku dan akan memampukanku menolong banyak orang, menjadi mata bagi yang buta dan kaki bagi yang lumpuh.

Hal terakhir yang rindu aku bagikan ialah, aku kembali mengalami besarnya kuasa doa. Ketika ada sebuah kondisi yang didiskusikan di dalam sidang, itu sungguh membuatku gelisah. Bahkan ketika dalam sidang, aku tak kuasa menahan air mata. Ku coba untuk menceritakan kepada rekan sekamarku dari GKMI lain dan kami memutuskan untuk berdoa bersama. Esok hari, sungguh nyata kuasa Tuhan. Tuhan menolong agar kondisi itu mendapatkan solusi terbaik dan tak satu pihak pun yang terluka. Sungguh besar kuasa doa.

Biarlah kita terus jadi pribadi yang peka akan setiap kondisi jemaat yang kita layani, mau secara intens meng-update diri, mau terus setia dalam mendengarkan dan memikirkan solusi, terus setia berdoa, serta siap sedia dalam memperbaiki setiap kondisi yang mungkin belum baik. Dan kiranya Kristus dan belas kasihan-Nya terus menjadi dasar dalam pelayanan kita. Dengan demikian, kita menjadikan Allah sebagai otoritas tertinggi dalam setiap hal yang kita kerjakan.

Aku sangat mengapresiasi diadakannya Persidangan MPL IV ini. Semoga di waktu-waktu mendatang bisa makin efektif, dan momen ini juga dapat menjadi momen ketika para Hamba Tuhan dan Majelis Jemaat GGKMI kembali diperlengkapi. Kami pemuda, siap beri diri! (MR)

 

Salam Kasih,

 

Senja 🙂

 

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

©2019 GKMI NETWORK

or

Log in with your credentials

Forgot your details?