Pembeli : “Mangga sekilo berapa, Bang?”

Penjual : “Sekilonya hanya 10 ribu, Bu.”

Pembeli : “Mangganya manis atau asam?”

Penjual : “Pasti rasanya manis, Bu. Kalau asam, Ibu tidak perlu bayar.”

Pembeli : “Baiklah, kalau begitu bungkus satu kilo yang rasanya asam ya, Bang.”

Penjual : ?????

HANTU

Pada suatu malam, Ardi, bocah berumur 6 tahun, mendekati ayahnya yang tengah membaca koran. Dia bertanya,

Ardi : “Ayah, apakah hantu itu benar-benar ada?”

Ayah : “Tidak, Nak, hantu itu tidak ada. Hantu hanyalah cerita bohong yang ada di film dan di TV saja.”

Ardi : “Tapi, Yah, tetangga sebelah rumah kita bilang hantu itu benar-benar ada!”

Ayah : “Nak, mulai besok jangan main lagi ke rumah tetangga sebelah.”

Ardi : “Tapi kenapa, Ayah? Mereka ‘kan orang baik.”

Ayah : “Rumah itu sudah kosong sejak 2 tahun yang lalu, Nak!!!!!”

TIDAK INGAT

Guru : “Ayo… siapa yang ingat pelajaran minggu lalu?”

Kelas hening.

Guru : “Kalian ingat?”

Murid : “Sudahlah, Bu! Yang lalu biarlah berlalu. Kakakku bilang, ‘Semakin diingat semakin menyakitkan.'”

Guru : ?%$%@??*%???????????

LAKI-LAKI SEMPURNA

Ada seorang lelaki yang hidupnya masih saja membujang karena dia mencari seorang wanita yang sempurna. Ketika dia berumur 70 tahun, seorang anak muda bertanya kepadanya, “Masa seumur hidup ini, kakek tidak pernah sekali pun menemukan seorang wanita yang sempurna?”

Paras kakek itu tiba-tiba berubah sedih, kemudian dia menjawab, “Aku pernah menjumpai seorang wanita sempurna yang kuidam-idamkan itu. Aku benar-benar menyukainya.”

Anak muda itu bertanya lagi, “Lah, kakek telah menemukan wanita idaman kakek, kenapa tidak dinikahi saja?”

Sekarang, si kakek tampak lebih bersedih lagi. “Apa daya, dia juga sedang mencari seorang lelaki yang sempurna,” jawabnya sambil terisak.

BISA BERBICARA

Seorang anak kecil berusia 2 tahun diajak ibunya ke gereja. Selesai kebaktian, mereka bersalaman dengan Pendeta di depan pintu.

Sambil menatap anak itu, Pak Pendeta berkata, “Halo, apa kabar? Sudah umur berapa, nih?” Anak itu tidak menjawab.

Pak pendeta mendekatkan kepalanya, “Umurmu berapa, Sayang?” tanyanya.

Si anak mengangkat dua jari tangannya.

Pak Pendeta tersenyum. “Itu berapa?” tanyanya lagi. Si anak diam. Pak Pendeta bertanya lagi, “Nak, apa kamu sudah bisa bicara?”

Anak itu memandang Pak Pendeta dan berkata, “Pak Pendeta bisa berhitung, tidak?”

NAMA

Mukidi : Katanya Oom-mu tinggal di Amerika?

Jono : Iya, sekarang jadi sombong. Dipanggil nama aslinya, Slamet, udah nggak mau.

Mukidi : Lha minta dipanggil apa?

Jono : Congratulations.

Mukidi : Waduh, sama kayak Bejo, temanku. Dia malu dipanggil nama aslinya.

Jono : Lha minta dipanggil apa?

Mukidi : Lucky.

INGIN BELAJAR

Seperti biasanya, setiap hari Minggu pagi orang-orang datang ke gereja dan langsung memilih tempat duduk di bangku bagian belakang. Demikian juga dengan pagi ini, kecuali seorang pendatang baru yang langsung menuju ke bangku paling depan.

Setelah kebaktian, Pendeta memberi salam kepada pendatang baru ini sambil bertanya mengapa ia duduk di bangku paling depan. “Saya seorang sopir bus,” jawabnya, “…dan saya datang untuk belajar dari Bapak bagaimana caranya membuat orang-orang berebut duduk di bangku yang paling belakang”.

PENDETA NAIK HAJI

Seorang Haji bertetangga baik dengan seorang Pendeta, rumah mereka berada disebuah lembah dan pada musim penghujan sering kebanjiran. Suatu ketika, hujannya cukup deras, sehingga air cukup tinggi. Karena Pak Haji badannya tinggi besar, dalam perjalanan menuju tempat pengungsian, ia menggendong Pak Pendeta agar tidak tenggelam.

“Apakah Pak Haji pernah mendengar seorang Pendeta naik haji?” tanya Pak Pendeta.

“Ah, yang benar saja Pak Pendeta, mana ada?” jawab Pak Haji.

“Lah, yang saya lakukan ini, apa?” kata Pak Pendeta lagi.

“Wah, kalau seorang Haji membaptis Pendeta, apakah Pak Pendeta sudah pernah melihat?” balas Pak Haji

“Ah, yang benar saja, Pak Haji?”

“Pak Pendeta tidak percaya? Coba nih!” jawab Pak Haji seraya melepaskan gendongannya.

*Oleh :Mark Ryan, dari berbagai sumber, special thanks untuk Setio Boedi dan drg. Rudy Wijayanto

*Ilustrasi: Stef Priyadi W. D.

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

©2018 GKMI NETWORK

or

Log in with your credentials

Forgot your details?