Ternyata bukan saya saja, tetapi banyak orang yang saya temui berkata, “Natal tahun ini kok rasanya lebih cepat datangnya ya?” Bagaimana tidak? Pertengahan November di pusat-pusat perbelanjaan sudah muncul pernak-pernik Natal. Lagu-lagu Natal – biasanya alunan saksofon Kenny G. nan klasik atau suara bariton Michael Buble – juga sudah terdengar di mana-mana.

            Omong punya omong, ternyata bukan cuma kita, umat kristiani, yang bergembira di saat Natal. Salah satu pegawai toko buku ternama yang saya tanyai mengaku juga senang saat Natal. “’Kan dapat bonus akhir tahun, Pak. Hehehe…,” katanya nyengir. Ojekers online yang saya temui juga berkata kalau orderan, terutama antaran makanan, biasanya naik hingga 2-3 kali lipat di saat-saat Natal. Para penjual makanan, mulai usaha kecil dadakan hingga restoran besar, juga ikut menikmati berkat saat Natal. Belum lagi bagi toko-toko dan pusat-pusat perbelanjaan, angka penjualan pasti meroket! Anak-anak sekolah yang libur Natal dan Tahun Barunya digabung dengan libur semesteran pastinya juga happy dong, libur panjaaa…ng! Bebas deh main HP seharian.

            Namun tengok juga panti-panti asuhan, para anak jalanan, para penghuni Lembaga Permasyarakatan, para pemulung, hingga pengemis. Mereka yang saya tanya juga ikut senang, karena paling tidak bisa dapat bingkisan, entah itu sembako, roti, nasi kotak, atau nasi bungkus; dan bisa dapat dari beberapa gereja sekaligus!

            Ah, Natal memang membawa sukacita buat semua. Namun alangkah baiknya jika Natal tidak hanya membawa sukacita hanya di bulan-bulan tertentu saja. Coba bayangkan jika pemberian-pemberian kita yang karitatif sifatnya ini bisa kita tingkatkan ke dalam jenjang yang lebih tinggi, seperti menyediakan lapangan kerja; bersuara lantang memperjuangkan kesederajatan etnis atau gender; mempromosikan persaudaraan yang erat antarumat beragama; memerangi korupsi, kolusi, dan nepotisme dari tingkat terendah hingga tertinggi; menentang penindasan pihak yang kuat kepada pihak yang lemah apapun bentuknya, dan masih banyak lagi. Tentu Natal bisa dirasakan kapan saja dan dalam lingkup yang lebih luas lagi. Bukankah begitu?

            Selamat menikmati bGKMI edisi Natal dan Tahun Baru ini. Selamat Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 juga kami ucapkan mewakili segenap jajaran Dewan Redaksi dan Dewan Penyantun Majalah “berita GKMI”. Kiranya sukacita Natal menjadi bagian kita semuanya! Tuhan memberkati! (Mark Ryan)

           

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

©2019 GKMI NETWORK

or

Log in with your credentials

Forgot your details?