Bejo, Amir, dan Mukidi sudah 4 bulan lamanya terdampar di sebuah pulau terpencil setelah kapal yang mereka tumpangi karam. Suatu hari, mereka menemukan lampu ajaib. Mereka menggosok dan menggosok, dan keluar asap putih, lalu Jin pun muncul.

Jin berkata, “Karena saya hanya bisa mengabulkan tiga permintaan, maka satu orang dapat satu jatah permintaan.”

Bejo berkata, “Saya telah terjebak di sini selama berbulan-bulan. Saya merindukan keluarga, istri, dan hidup saya. Saya hanya ingin pulang.” POOF! Seketika, Bejo dikembalikan ke rumahnya.

Kemudian, Amir berkata, “Saya juga telah terjebak di sini selama berbulan-bulan, saya rindu pacar saya. Saya juga berharap bisa pulang.” POOF! Amir mendapatkan keinginannya, dan dia dikembalikan ke keluarganya.

Akhirnya, giliran Mukidi. Dia berpikir untuk apa pulang ke kampung mengikuti teman-temannya kalau di kampungnya dia hidup menjomblo. Mukidi pun menangis. Jin itu bertanya, “Tuan, ada apa?”

Mukidi berteriak,“Sedihnya hidup sendirian! Saya berharap teman-teman saya tadi dikembalikan ke sini sekarang juga!” POOF! Seketika, Bejo dan Amir kembali di sampingnya.

 

GAMBAR APEL

Seorang guru biologi sedang menggambar buah apel di papan tulis.

Tiba-tiba seorang murid laki-laki menyeletuk, “Itu gambar pantat ya, Pak?”

Mendengar pertanyaan itu, Pak Guru sangat marah dan menilai muridnya itu tidak bermoral.

Lalu Pak Guru mengadu ke Ibu Kepala Sekolah.

Langsung Ibu Kepala Sekolah pergi ke kelas diikuti Pak Guru tadi.

Kelas sontak hening ketika Bu Kepsek masuk kelas dan begitu melihat papan tulis, Bu Kepsek jadi marah. “Ini siapa lagi yang menggambar pantat kayak gini di papan tulis?!”

* Pesan moral: Jangan menganggap diri sendiri benar. Perspektif tidak boleh ditunggalkan.

 

 

KALAU SUAMI BELAJAR MASAK

Seorang suami yang sangat sayang istri bela-belain belajar masak.

Berhubung istrinya sedang mencuci baju, sang suami diberi instruksi untuk masak opor.

Istri          : “Pak, tolong taruh wajannya di atas kompor dan nyalakan….”

Suami      :  “Sip. Terus apa lagi?”

Istri          :  “Masukkan 5 sendok makan minyak goreng, tunggu sampai panas.”

Suami      : “Iya, Bu. Ini minyaknya sudah panas.”

Istri          :  “Masukkan bumbu yang udah ibu ulek tadi, tumis sampai harum.”

Suami       :  “Sudah. Terus apa lagi?”

Istri          :  “Tuangkan santan yang di panci itu, tunggu sampai mendidih.”

Suami      :  “Ya, santan sudah mendidih. Terus bagaimana ?”

Istri          :  “Kalau sudah mendidih, kasih salam.”

Suami celingukan. Dia takut dibilang gila, tapi dia nurut saja. Ia mendekatkan mukanya ke wajan sambil malu-malu berkata:

“Se…selamat pagi….”

 

SEPATU RODA

Seorang wanita yang kaya raya meninggal dan masuk ke surga. Oleh malaikat ia diberi sebuah sepeda untuk bepergian di surga yang jalan-jalannya terbuat dari emas. Sementara ia mengendarai sepedanya, ia melihat pembantunya naik sedan BMW dan tukang kebunnya naik Mercedes. Dengan perasaan kecewa ia segera menemui malaikat dan bertanya,

“Kenapa pembatuku bisa naik BMW dan tukang kebunku bisa naik Mercedes?? Sedangkan aku sendiri yang adalah majikan mereka hanya naik sepeda. INI TIDAK ADIL …!!!”

Malaikat dengan sabar menjawab ibu ini, “Ibu, fasilitas di surga ini, termasuk juga jenis transprortasi yang digunakan, diberikan sesuai dengan pelayanan mereka semasa di dunia. Pembantu dan tukang kebun ibu melayani lebih daripada ibu, oleh sebab itu mereka mendapatkan yang lebih baik.”

Dua hari kemudian, si wanita ini kembali lagi kepada malaikat sambil tertawa terbahak-bahak.

“Apanya yang lucu?”, tanya malaikat.

Si ibu menjawab dengan muka geli, “Kemarin saya ketemu Pendeta saya di taman sebelah sana.”

“Sedang apa dia?”, tanya malaikat dengan nada penasaran.

“Ia lagi naik sepatu roda …!!”

 

DAYA TAHAN

Akhirnya, setelah pesta pernikahan yang melelahkan, sepasang pengantin baru beristirahat di kamar hotel. Si istri segera mandi. Setelah selesai, dia menjumpai suaminya sedang berlutut dan berdoa.

“Kamu sedang apa?” tanya si istri.

“Saya sedang berdoa mohon bimbingan,” jawab si suami yang taat beribadah.

“Oh, itu sih aku bisa…”, jawab si istri, “kamu berdoa saja minta daya tahan untuk mendengarkannya”.

“????!!!!!…..”

*Oleh :Mark Ryan, dari berbagai sumber; terima kasih kepada Setio Boedi dan Daniel K. Listijabudi untuk kiriman beberapa naskah.

*Ilustrasi: Stef Priyadi W. D.

 

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

©2019 GKMI Network

Log in with your credentials

Forgot your details?