Tentu Pembaca telah sangat familiar dengan kisah Sadrakh, Mesakh, dan Abednego yang dilemparkan ke dalam perapian yang bernyala-nyala karena mereka menolak menyembah patung emas (Daniel pasal 3). Tetapi apakah Pembaca mengenal kisah seorang martir Anabaptis yang kisahnya hampir serupa?

Alkisah, Simon de Kramer adalah seorang pedagang tenda yang sederhana di tahun 1553. Sehari-hari dia berjualan di pasar kota Bergen op Zoom, Belanda. Suatu ketika, lewatlah di depan tendanya rombongan Pendeta Katolik setempat dengan membawa roti Perjamuan Kudus yang sudah didoakan dalam arak-arakan keliling kota. Para pedagang yang lain segera berlutut memberi hormat, tetapi Simon tidak. Saat itu Simon telah mengikuti iman Anabaptis dan ia menganggap bahwa berlutut bagi roti perjamuan yang dianggap berubah menjadi tubuh Kristus itu hanyalah penyembahan berhala semata.

Para pelanggannya dan sesama pemilik warung memintanya dengan sangat agar ia mau berlutut untuk menyelamatkan nyawanya. Mereka bahkan menarik-narik bajunya dan membujuknya dengan segala cara. Namun Simon bergeming. Ia tetap tidak mau.

Simon kemudian ditangkap oleh otoritas Katolik setempat dan dikenai tuduhan bidat. Ia segera disidang dan dijatuhi hukuman mati. Beberapa hari kemudian, ia dibakar hidup-hidup pada tonggak kayu di depan umum di luar tembok kota Bergen op Zoom.

Masih banyak nama-nama martir Anabaptis lain seperti Anneken Hendriks, Maeyken Wens, Hendrik Eemkens, dan Anneken Jans. Mereka semua meningalkan warisan teladan keteguhan hati bagi kita, kaum Anabaptis-Mennonite di zaman sekarang. Bagaimana dengan kita? Apakah kita juga masih mengikuti teladan keteguhan hati mereka?

Melalui FOKUS bersama Pdt. Erick Sudharma dan HENING oleh Pdt. Wara A. Retno Widuri di edisi Maret 2019 ini kita akan belajar mengenai “Teguh Hati”. Semoga tulisan-tulisan ini – juga tulisan-tulisan lainnya pada edisi ini – semakin membawa kita untuk memahami, dan terlebih lagi, semakin teguh berpegang pada iman kita.

Selamat membaca dan jangan lupa untuk terus mendukung majalah kita tercinta dengan membayar uang langganan, memberikan persembahan, juga memasang iklan. Tuhan kiranya memberkati kita sekalian! (Mark Ryan)

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

©2019 GKMI Network

Log in with your credentials

Forgot your details?