Pelatihan untuk Melengkapi Perempuan bagi Pelayanan Pendampingan

PUAN GKMI[1]  di Kaliurang Jogjakarta,  28-30 Januari 2019

 

Ada dua hal yang menjadi titik tolak dalam pelatihan yang diselenggarakan oleh PUAN pada 28-30 Januari 2019 lalu. Pertama, adanya kebutuhan anggota PUAN untuk memperlengkapi diri demi pelayanan yang lebih berkembang sebagaimana dicanangkan dalam program-programnya. Kedua,  realitas bahwa kebutuhan kaum perempuan seringkali terjawab secara efektif oleh sesama perempuan. Alkitab menunjukkan bagaimana sesama perempuan dapat saling mendengarkan, menguatkan, menghiburkan, dan memberdayakan satu sama lain sebagai jawaban atas panggilan pelayanan keperdulian (caring ministry).

Berkaitan dengan hal tersebut, PUAN bekerjasama dengan Mennonite Women USA dalam hal ini Rhoda Shenk Keener sebagai Direktur Mennonite Women USA, yang adalah seorang pembimbing untuk masalah kesehatan mental dan korban kekerasan dalam rumah tangga; dan Carolyn Holderread Heggen, yang adalah seorang penulis buku dan psikoterapis dengan spesialisas pemulihan trauma; menyelenggarakan pelatihan bagi para perempuan berpendidikan teologi, istri pendeta atau Hamba Tuhan, dan para aktivis perempuan di lingkungan GKMI dan GITJ. Pelatihan ini diikuti oleh 98 peserta dari 100 pendaftar dari berbagai PGMW GKMI, GITJ, dan peserta tamu dari Papua dan Bali. Pembatasan peserta dilakukan demi efektifitas dengan mengingat bahwa kegiatan ini adalah pelatihan untuk pelatih.

Indonesia adalah negara ke-17 yang ambil bagian dari rangkaian seminar “Sister Care”. Merupakan kebanggaan bahwa Indonesia turut serta dalam gerakan yang mendunia ini. Buku manual “Sister Care” sendiri telah diterjemahkan ke dalam 13 bahasa termasuk bahasa Indonesia. Sungguh merupakan suatu berkat dari pelatihan ini, bukan hanya mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dari para pakar; tetapi juga pelatihan ini menjadi langkah pertama PUAN dalam berjejaring dengan lembaga dari luar negeri. Merupakan harapan di kemudian hari jejaring ini dapat semakin menumbuhkembangkan PUAN dalam kiprahnya.

Materi utama pelatihan diambil dari buku manual “SISTER CARE” edisi bahasa Indonesia yang diterjemahkan dari manual aslinya terbitan Mennonite Women USA tahun 2011, tulisan  Rhoda Shenk Keener, Carolyn Holderread Heggen, dan Ruth Lapp Guengerich.  Konsep dasar dari pelatihan “Sister Care” adalah sebagai berikut :

  1. Memulihkan luka-luka batin dan emosional adalah hal yang penting, dan Tuhan sungguh merindukan kita semua termasuk perempuan mengalaminya.
  2. Semua umat Kristen dipanggil untuk menyatakan belas kasih.
  3. Gereja atau persekutuan jemaat dapat menjadi tempat di mana pemulihan terjadi.
  4. Pelatihan “Sister Care” adalah tempat berlajar dan berlatih untuk pelayanan pemulihan

Adapun materi pelatihan terdiri dari 4 unit disertai pendalaman teks Alkitab dan work shop, yaitu:

  1. Membahas dan memulihkan citra diri perempuan sebagai “putri kesayangan Tuhan”: memahami bahwa Tuhan mengasihi dan menerima diri perempuan apa adanya; dan menyadari bahwa memulihkan diri sendiri adalah langkah penting dalam memulihkan orang lain.
  2. Membahas serba-serbi mengasihi diri sendiri, menetapkan batasan untuk menghindari “kelelahan berlebihan secara mental dan fisik” sehingga justru tidak efektif dalam melayani orang lain.
  3. Belajar hal-hal yang berkaitan dengan mendengar, mengubah kisah yang menyedihkan menjadi kekuatan yang membangun.
  4. Menangani “Lost and Grief” (kehilangan dan kepedihan hati), yaitu peserta dilatih untuk menjadi “kepanjangan tangan Tuhan” bagi mereka yang menderita. Saling memperlengkapi dan menolong

Dilengkapi dengan artikel “Mengatasi Kesendirian” dan “Memahami Depresi” dan berbagai lembar kerja, pelatihan ini menjadi semakin efektif dalam memperlengkapi dan memberdayakan kaum perempuan dalam pelayanan keperdulian. Sebagai rencana tindak lanjut maka para peserta diharapkan dapat melakukan pelatihan di unit kerja masing masing, di gereja lokal, ataupun di komunitasnya.

Selain pelatihan, dalam kesempatan ini PUAN juga melakukan pemilihan pengurus baru. Adapun Pengurus baru PUAN periode 2019 – 2024 adalah sebagai berikut:

Penasehat                : Pdt. Yeanny Moestikasari

Ketua                      : Pdt. Utari

Ketua II                  : Pdt.Wara Adiati

Sekretaris I             : Pdt. Setyowati

Sekretaris II            : Pdt. Resnu Titik

Bendahara              : Pdt. Rotua Sinaga,

Seksi Kegiatan       : Pdt. Endang Ayu Purwaningtyas

                                   Pdt. Janti Diredja Widjaja

                                   Reni M. Kusuma

Seksi Penghubung   : Pdm. Afriani Sanam

                                   Ika Sudarwati

                                   Gracia Lina

                                   Hartini

                                   Mami Setyorini

                                   Rini Tambera

                                   Pdt. Mariati Barus

      Apresiasi sedalam-dalamnya untuk berbagai pihak yang telah mendukung sehingga pelatihan “Sister Care” ini terselenggara dengan baik: Sinode GKMI, Mennonite Women USA, Yayasan Shcolwalter, donatur pribadi USA, dan Panitia PUAN semua. Terus maju PUAN GKMI! (RR/MR)

[1] PUAN GKMI adalah persekutuan (paguyuban) para perempuan berpendidikan teologi, istri-istri pendeta (hamba Tuhan) di lingkungan GGKMI

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

©2019 GKMI Network

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

Log in with your credentials

Forgot your details?